Jul 12, 2017

Pengertian Lensa dan Prisma

Lensa adalah kaca atau medium transparan lainnya yang dibentuk secara khusus dan digunakan untuk mengarahkan jalan cahaya, atau sering untuk membelokkan cahaya pada suatu fokus. Sebuah lensa secara tipikal terdiri dari potongan kaca dengan dua permukaan, satu atau kedua permukaan dihaluskan dan dipoles hingga bentuknya simetris melengkung di sekitar poros tengah.

Sinar cahaya yang menembus bagian-bagian berbeda lensa membentur poros tengah lensa di sudut-sudut yang berbeda, dan sinar cahaya menembus kaca di berbagai kedalaman yang berbeda. Refraksi di beberapa bagian lensa menyebabkan sinar cahaya dibelokkan ke beberapa sudut berbeda, dan dapat digunakan untuk menciptakan berbagai alat optik.

Lensa sederhana dibedakan berdasarkan kelengkungan kedua bidang antarmukanya. Sebuah lensa cembung (biconvex lens) mempunyai dua bidang cekung disebut lensa cekung (biconcave lens). Jika salah satu bidang antarmuka datar (mempunyai radius yang tak terhingga), maka lensa tersebut disebut lensa plano cembung atau lensa plano cekung.

Lensa cembung cekung mempunyai satu bidang antarmuka cekung dan satu bidang antarmuka cembung, juga sering disebut meniskus (meniscus lens). Lensa sederhana sangat rentan terhadao aberasi kromatik dan aberasi optis lainnya.

Lensa paling awal tercatat di yunani kuno dalam sandiwara Aristophanes The Clouds (424 SM) disebutkan bahwa ada sebuah kaca pembakar atau tepatnya sebuah lensa cembung digunakan untuk memfokuskan cahaya matahari untuk menciptakan api.

Tulisan Pliny The Elder (23-79) juga menunjukkan bahwa kaca pembakar juga dikenal di kekaisaran Roma. Lensa berbentuk cekung mungkin juga telah digunakan di zaman kekaisaran Roma dimana Nero diketahui menonton gladiator melalui sebuah emereald berbentuk cekung. Lensa cekung ini kemungkinan untuk memperbaiki myopia Nero.

Seneca the Younger (3 SM-65) menjelaskan efek pembesaran dari sebuah gelas bulat yang diisi oleh air. Matematikawan muslim berkebangsaan Arab Alhazen Abu Ali al-Hasan Ibn-Haitham (965-1038), menulis teori optikal pertama dan utama yang menjelaskan bahwa lensa di mata manusia membentuk sebuah gambar retina. Penyebaran penggunaa lensa tidak terjadi sampai penemuan kaca mata, mungkin di Italia pada 1280-an.

Prisma mengambil keuntungan dari fenomena yang alat-alat optik lainnya hindari, yaitu dispersi cahaya menurut panjang gelombang saat cahaya lewat dari satu medium ke medium lainnya. Potongan kaca berbentuk baji bisa memaksimalkan dispersi ini, sehingga sinar cahaya tunggal bisa dibelah menjadi sebuah spektrum untuk dipelajari.

Lensa prisma adalah bentuk lensa dimana terdapat puncak atau bagian yang tipis (apex) dan bagian yang tebal atau dasar (base) yang dengan perbedaan bentuknya itu bisa memindahkan bayangan, dimana nilai 1 prisma itu berarti akan memindahkan bayangan sejauh 1cm dari obyek yang berjarak 1 meter.

Artikel Terkait

ryann mp

Seorang mahasiswa tahun ketiga yang ingin membagi ilmunya kepada banyak pembaca


EmoticonEmoticon