Narkoba: Pengertian, Jenis-Jenis, Serta Dampak Bahaya Narkoba - Teknologi dan Sains Masa Kini | Teknosains.id

Narkoba: Pengertian, Jenis-Jenis, Serta Dampak Bahaya Narkoba

Apa itu Narkoba?
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Sesuai namanya, narkoba sebenarnya merupakan obat yang diperlukan untuk pembiusan atau menyembuhkan penyakit tertentu oleh seorang dokter. Narkoba tidaklah berbahaya jika digunakan dengan baik sesuai dengan resep dokter.

Namun, penyalahgunaan narkoba membuat nama obat ini menjadi buruk. Berbagai kalangan masyarakat menggunakan narkoba dengan tujuan yang tidak baik sehingga menimbulkan dampak obat-obatan yang digunakan untuk alasan medis tersebut menjadi barang haram.

Narkoba mempunyai efek kecanduan bagi pemakai dengan dosis yang tidak wajar dan membuat banyak orang meninggal akibat overdosis. Seluruh dunia melarang keras penyalahgunaan narkoba dan berusaha mencegah penduduknya mengkomsumsi hingga kecanduan barang tersebut.


Jenis dan Bahaya Mengkomsumsi Narkoba

1. Narkotika
Narkotika merupakan bahan yang berasal dari tiga jenis tanaman yaitu Cannabis sativa (ganja), Erythroxyion coca (kokain), dan Papaper Somniferum (Candu) baik murni ataupun campuran. Narkotika mempunyai efek mempengaruhi sistem saraf yang membuat kita tidak bisa merasakan sakit, dalam dunia medis biasanya sering digunakan untuk membius pasien.

Adapun jenis narkotika adalah:

a. Ganja / Kanabis / Mariyuana
Tumbuhan ganja telah dikenal sejak lama dan merupakan obat terlarang paling populer di dunia. Bagi pengedar narkoba, ganja adalah obat "batu loncatan" yang berbahaya, berguna untuk menarik orang yang belum berpengalaman dan membuka jalan untuk penyalahgunaan obat-obatan yang lebih berat.
Sedangkan untuk alasan medis, obat ini digunakan sebagai sarana organik untuk merangsang nafsu makan pasien yang sakit parah.

adapun efek yang dapat ditimbulkan ganja adalah sebagai berikut:

  • Denyut nadi dan jantung lebih cepat
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Sulit dalam mengingat
  • Sulit diajak berkomunikasi
  • Kadang-kadang terlihat agresif
  • Mengalami gangguan tidur
  • Sering merasa gelisah
  • Berkeringat
  • Nafsu makan bertambah
  • Sering berfantasi
  • Euforia

b. Morfin
Morfin adalah obat penghilang rasa sakit dan dianggap sebagai narkotika. Pertama kali diekstraksi pada abad ke-19, morfin berasal dari tanaman opium. Pertama kali digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit untuk tentara selama Perang Saudara Amerika.

Morfin dapat digunakan untuk gejala nyeri akut dan kronis, meskipun penggunaan jangka panjang harus dipantau secara ketat karena berisiko tinggi terhadap pelecehan dan ketergantungan. Paling sering digunakan untuk mengelola gejala nyeri setelah infark miokard (yaitu, serangan jantung) atau selama prosedur medis.

Efek penyalahgunaan morfin antara lain:
  • Menurunnya kesadaran pengguna
  • Menimbulkan euforia
  • Kebingungan
  • Berkeringat
  • Dapat menyebabkan pingsan, dan jantung berdebar-debar
  • Menimbulkan gelisah, dan perubahan suasana hati
  • Mulut kering dan warna muka berubah
  • Mengalami kejang lambung
  • Produksi air seni berkurang
  • Mengakibatkan gangguan menstruasi dan impotensi
c. Heroin / Putaw
Heroin adalah obat terlarang yang sering dijual dalam bentuk bubuk atau zat hitam. Pengguna bisa menyuntikkan, merokok, mengendus, atau bahkan memakan obat tersebut. Heroin dapat menghasilkan perasaan senang yang bisa berlangsung selama beberapa jam. Akibatnya, Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari dan menggunakan obat ini. Padahal, menggunakan heroin dapat mengakhiri hidup anda sendiri.

Dalam dunia medis penggunaan heroin dijadikan sebagai obat bius berbentuk pil, bubuk, ataupun cairan. Heroin mempunyai kekuatan dua kali lebih kuat daripada morfin serta sangat mudah membuat seseorang yang menggunakannya menjadi kecanduan.

Adapun efek yang dapat ditimbulkan heroin adalah
  • Melambatnya denyut nadi
  • Tekanan darah menurun
  • Otot menjadi lemas
  • Pupil mengecil
  • Hilang kepercayaan diri
  • Suka menyendiri
  • Seringkali berdampak kriminal, misalnya berbohong, menipu
  • Kesulitan saat buang air besar
  • Sering tidur
  • Kemerahan dan rasa gatal pada hidung
  • Gangguan bicara (cadel)
d. Kokain
Kokain digunakan sebagai kebiasaan rekreasi, sesuatu yang digunakan untuk membantu orang meminum-minuman keras lebih banyak, menari lebih lama atau merasa lebih percaya diri. Hal tersebut dikarenakan kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain adalah cara untuk tetap terjaga agar bisa menyelesaikan pekerjaan atau menjadi kreatif. Namun kecanduan kokain selalu berakhir dengan cara yang sama seperti masalah kesehatan, masalah hubungan, perubahan suasana hati dan masalah keuangan yang memerlukan rehabilitasi.

Dalam dunia medis, kokain digunakan sebagai penekan rasa sakit dikulit, serta untuk obat bius khususnya dalam pembedahan mata, hidung, dan tenggorokan.

Berikut efek yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan kokain:
  • Dapat memberikan efek kegembiraan yang berlebihan bagi si pengguna
  • Sering merasa gelisah
  • Menurunnya berat badan
  • Timbul masalah pada kulit
  • Mengalami gangguan pernafasan
  • Sering kejang-kejang
  • Sering mengeluarkan dahak
  • Mengalami emfisema ( kerusakan pada paru-paru)
  • Turunnya selera makan
  • Mengalami paranoid
  • Mengalami gangguan penglihatan
  • Sering merasa kebingungan
e. LSD atau Lysergic Acid / Acid / Trips / Tabs
Asam lisergat dietilamida (LSD) merupakan jenis bahan kimia baru yang bersifat halusinogen. bahan kimia atau obat ini, berbentuk seperti kertas dan biasanya lekat dengan istilah psikadelik. Memiliki toksisitas rendah, namun uap yang ditimbulkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan sementara.

Efek yang ditimbulkan LSD adalah:

  • Sering berhalusinasi mengenai berbagai kejadian, tempat, warna, dan waktu
  • Sering terobsesi dengan apa yang ada dalam halusinasinya
  • Sering juga mengalami paranoid akibat hal-hal yang dihalusinasikannya
  • Denyut jantung dan tekanan darahnya meningkat
  • Diafragma mata melebar
  • Mengalami demam
  • Sering depresi dan merasa pusing
  • Memiliki rasa panik dan takut yang berlebihan
  • Mengalami gangguan persepsi
f. Opiat / Opium
Opiat adalah istilah yang digunakan dalam farmakologi sebagai obat yang berasal dari opium. Opiat termasuk dalam kelompok biosintesis alkaloid benzilisoquinoline, karena alkaloid alami yang ditemukan pada opium. Biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.

Berikut efek yang disebabkan oleh opiat:
  • Memiliki semangat yang tinggi
  • Sering merasa waktu berjalan begitu lambat
  • Merasa pusing / mabuk
  • Birahi meningkat
  • Timbul masalah kulit di bagian mulut dan leher
  • Sering merasa sibuk sendiri
g. Kodein
Kodein digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan untuk meredakan batuk. Kodein juga digunakan untuk mengobati diare.

Efek yang disebabkab oleh penyalahgunaan kodein yaitu:
  • Mengalami euforia
  • Sering mengalami gatal-gatal
  • Mengalami mual dan muntah
  • Mudah mengantuk
  • Mulut terasa kering
  • Mengalami hipotensi
  • Mengalami depresi
  • Sering sembelit
  • Mengalami depresi saluran pernafasan

2. Psikotropika
psikotropika adalah zat kimia yang mengubah fungsi otak dan menghasilkan perubahan persepsi, mood, kesadaran atau perilaku. Zat-zat ini dapat digunakan secara medis untuk meningkatkan kinerja atau mengubah kesadaran seseorang, sebagai entheogens, untuk ritual, spiritual, atau perdukunan, atau untuk penelitian.

Obat psikoaktif harus diresepkan oleh dokter dan praktisi kesehatan lainnya. Contohnya termasuk anestesi, analgesik, obat antikonvulsan dan antiparkinson serta antidepresan, anxiolitik, antipsikotik, dan obat perangsang. Beberapa zat psikoaktif dapat digunakan dalam program detoksifikasi dan rehabilitasi untuk tanggungan lainnya atau kecanduan obat.

Berikut jenis-jenis Psikotropika:
a. Ekstasi / Inex / Metamphetamines
ekstasi adalah obat psikoaktif yang terutama digunakan sebagai obat rekreasi. Efek yang ditimbulkan meliputi peningkatan empati, euforia, dan sensasi tinggi.  Saat diminum, efek dimulai setelah 30-45 menit dan berakhir 3-6 jam.

Efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini adalah:
  • Timbulnya euforia
  • Mengalami mual
  • Dehidrasi
  • Timbul percaya diri yang berlebih
  • Sering merasa kebingungan
  • Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah
  • Mengalami pusing, bahkan pingsan
  • Terganggunya daya ingat dan jika dipakai dalam jangka panjang dapat merusak otak
  • Mengalami gangguan mental
b. Sabu-sabu (shabu / syabu / ICE)

Sabu-sabu merupakan obat kristal putih yang dikonsumsi dengan cara dihirup melalui hidung, merokok atau menyuntikkannya dengan jarum. Dalam dunia medis biasanya digunakan untuk penyakit yang parah, seperti gangguan hiperaktiv.

Efek yang ditimbulkan oleh obat ini adalah:
  • Jantung berdebar-debar
  • Naiknya suhu tubuh
  • Mengalami insomnia
  • Timbul euforia
  • Nafsu makan menghilang
  • Kekurangan kalsium
  • Mengalami depresi yang berkepanjangan
c. Angel dust / Phencyclidine
Phencyclidine (PCP), juga dikenal sebagai angel dus adalah obat disosiatif. PCP dibawa ke pasar pada tahun 1950 sebagai obat farmasi anestesi. Namun, ditarik lagi dari pasaran pada tahun 1965 karena tingginya prevalensi efek samping halusinasi disosiatif yang ditimbulkan.

Biasanya berbentuk bubuk dan cair, berikut dampak yang ditimbulkan oleh PCP:
  • Sering berhalusinasi
  • Gangguan fungsi motorik
  • Meningkatnya detak jantung
  • Suhu tubuh meningkat
d. Demerol

Demerol (meperidin) adalah obat penghilang rasa sakit. Demerol digunakan untuk mengobati rasa sakit yang sedang hingga rasa sakit yang parah. Sangat tidak dianjurkan untuk mengkomsumsi obat ini dalam jumlah yang lebih banyak, atau lebih lama dari yang ditentukan. Sebaiknya tidak menggunakan Demerol jika Anda menderita asma atau masalah pernapasan.

Efek yang ditimbulkan oleh demerol adalah:
  • Melambatnya sistem pernafasan dan detak jantung
  • Mengantuk
  • Kelemahan pada otot
  • Berkeringat
  • Gangguan pada pupil
  • Pingsan
e. Nipam
Nipam adalah obat yang digunakan untuk bantuan jangka pendek dari kecemasan yang parah, melumpuhkan kecemasan dan insomnia. Nipam juga memiliki sifat penenang, serta amnestic, antikonvulsan, dan efek relaksasi rangka otot.

Efek penyalahgunaan obat ini adalah:
  • Mengalami cadel saat berbicara
  • Jalan sempoyongan
  • Wajah menjadi kemerahan
  • Menjadi banyak bicara
  • Kurang fokus
  • Turunnya kesadaran
f. Sedatif-Hipnotik (Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum
Efek yang ditimbulkan adalah:
  • Sulit mengendalikan diri
  • Menjadi acuh
  • Mengalami gangguan konsentrasi
  • Mengalami kebingungan
  • Euforia
  • Kalau berjalan menjadi sempoyongan
  • Mengalami slurred speech (berbicara sambil menelan)
3. Zat Adiktif
Zat adiktif merupakan zat berbahaya yang diperoleh dari bahan-bahan alamiah baik semi sintetis maupun sintetis. Contohnya seperti lem, aceton, dan sebagainya.

Berikut jenis-jenis zat adiktif:
a. Alkohol
Alkohol dipahami sebagai obat yang mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir secara rasional dan mendistorsi penilaiannya. Meski diklasifikasikan sebagai depresan, jumlah alkohol yang dikonsumsi menentukan jenis efeknya. Kebanyakan orang minum untuk efek stimulan, seperti bir atau segelas anggur yang diambil untuk menyegarkan.

Tetapi jika seseorang mengkonsumsi lebih dari yang bisa ditangani tubuhnya sendiri, maka mereka akan mengalami efek dari alkohol yaitu:
  • mabuk
  • ketidakmampuan untuk bereaksi dengan cepat
  • terus berbicara hal yang tidak jelas
  • tidak dapat berpikit dengan jernih
  • menghilangkan kesadaran
  • menyebabkan kegagalan pernapasan akut

b. Nikotin

Nikotin adalah bahan kimia yang mengandung nitrogen alkaloid, yang dibuat oleh beberapa jenis tanaman, termasuk tanaman tembakau. Biasanya digunakan sebagai insektisida dan rokok

Efek yang diakibatkan oleh nikotin adalah: 
  • Meningkatkan denyut jantung
  • Meningkatnya kadar gula dalam darah
  • Menimbulkan efek segar setelah memakainya
  • Menimbulkan euforia
  • Nafas terasa berat
  • Dapat mengakibatkan kanker dan stroke
c. Kafein
Kafein adalah zat adiktif yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Kafein merupakan obat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Tidak seperti banyak zat psikoaktif lainnya, kafein merupakan hal yang legal dan tidak diatur pemakaiannya di hampir seluruh belahan dunia

Efek yang ditimbulkan setelah mengkomsumsi kafein adalah:
  • Saat pengguna mulai menghentikan pemakaian zat ini, maka dapat menimbulkan pusing, ngantuk, pemarah, serta timbul kecemasan.
  • Gangguan mood
  • Meningkatnya stress
  • Mempercepat rusaknya tulang
  • Meningkatkan gula darah
  • Meningkatnya tekanan darah
  • Meningkatnya detak jantung
  • Insomia
  • Meningkatkan kadar asam dalam perut
  • Mempercepat penuaan dini
  • Gangguan prostat
Itulah pengertian, jenis-jenis, serta dampak bahaya yang dapat di akibatkan oleh narkoba, perlu diketahui secara garis besar mengkomsumsi narkoba adalah hal yang sangat berbahaya yang dapat berujung pada kematian! Say No To Drug sayangi nyawa, uang, serta keluarga anda.

Berikan komentar mengenai ulasan kali ini pada kolom komentar yang telah tersedia di bawah!
Narkoba: Pengertian, Jenis-Jenis, Serta Dampak Bahaya Narkoba Narkoba: Pengertian, Jenis-Jenis, Serta Dampak Bahaya Narkoba Reviewed by ryann mp on June 27, 2017 Rating: 5